Pematik Api - lapaklarismanis

Pematik Api

1 tahun yang lalu    

PEMATIK API LOPA

 Sekonyong-konyong  saja, saya merindukan Lopa! Yah, orang Hebat yang  tak  kenal warna ABU-ABU. Kepergiannya yang sangat tiba-tiba  di bulan Juli 2001 mengejutkan negeri ini. Sampai dengan hari ini pun, andaikan  melintas di depan kediamannya  jalan Kumala Merdeka Makassar, saya tetap mengingat  hari-hari tatkala saya suka  menyambangi rumah itu, untuk bersilahturahmi maupun bertandang sahaja.

Baharuddin Lopa

Ini, sebuah cerita mengenai  almarhum dari begitu banyak riwayat tentang dirinya.

Semoga Lopa bahagia di sisiNya.

Kisah, semasa menjadi Dirjen Pemasyarakatan di Kota Jakarta, Profesor Baharuddin Lopa masih tetap mengajar di almamaternya, yaitu Universitas Hasanuddin. Sebagai Dosen terbang. Sekali sepekan, beliau memberi kuliah pada  program pasca sarjana di fakultas hukum Makassar.

Pada satu  hari, ia mengajar dalam suasana suntuk. di sela mengajar kuliah, Lopa keluar dari dalam  kelas dan langsung  mengeluarkan  sebatang rokok.

Fakultas Hukum Unhas

Akan tetapi  saat  itu ia lupa akan  korek apinya.  kemudian ada seorang mahasiswa   menyodorkan sebuah  pematik  api kayu kepadanya.

Kemudian  Lopa pun melewati suntuknya didalam kepulan asap tembakau.

Usai  mengajar, Lopa langsung berangkat menuju Bandara Hasanuddin, bergegas mengejar pesawat untuk kembali  ke Jakarta. Serta  setiba di Jakarta, barulah  sadar, bahwa sekotak korek kayu kepunyaan  mahasiswa tadi terbawa olehnya, ia lupa mengembalikannya. 

Lopa gusar. Tidak  biasa ia mengantongi benda yang bukan miliknya. Yang jadi masalah, ia lupa siapa mahasiswa pemilik korek api tersebut.

 Pematik Baharuddin Lopa

Setiba di rumah Pondok Bambu, segera diteleponnya beberapa kolega di Fakultas Hukum Unhas Makassar yang ia kenal, : bertanya-tanya  siapa kiranya  mahasiswa yang telah meminjamkan pematik  api kepadanya sore tadi?

Baharuddin Lopa

Kemudian  menjelang tengah malam, balasan datang dari Prof.  Muh. Askin, dosen hukum lainnya (mantan Anggota DPR). Mahasiswa itu bernama “Ali Sarrang Bakar”  (andaikan saya tak salah ingat).

Lopa akhirnya lega. Pada  Askin, ia memberi  pesan untuk  dilaksanakan  malam itu juga -- pukul 23.55 malam! --  "Tolong sampaikan ke mahasiswa itu kalau pematik  apinya terbawa oleh saya.  Dan Katakan Mohon Untuk Dapat di Ikhlaskan!"

 Baharuddin Lopa

 

Hendaknya  Allah SWT merahmati beliau selalu  Amiin

#copas

Anda boleh share jika artikel ini bermanfaat  !

 




Komentar Artikel "Pematik Api "